Senin, 14 Mei 2012

Hidup adalah sebuah pilihan
Oleh
Nelly
     Sob, disini saya ingin tau arti kehidupan yang sesungguhnya, yang kadang-kadang orang mengartikannya dengan biasa-biasa saja, dan ada juga orang-orang mengartikannya dengan arti yang luar biasa.
    Ia, kalau menurut kamus arti kehidupan adalah cara atau keadaan hidup seseorang. Tapi disini saya ingin mengartikannya lebih dalam sedalam ilmu yang saya paham.                                                                                  Kita memang bebas dalam mengartikan semua ini, baik dalam bentuk tulisan maupun ucapan. Tapi sangat luar biasa sulit dan sukarnya dalam menjalankan sebuah kehidupan nyata yang sesungguhnya.
    Sob, saya sering sekali mendengar orang mengatakan “ hidup itu dijalani saja ngak usah perlu dipikirkan !”. Ya  satu ungkapan yang menjadi pembicaraan gampang yang seolah-olah tanpa beban berat dibenaknya. Ia memangkata-kata itu memberi sedikit ruang kelegaan dipundak beban kita dalam mengarungkan kehidupan. Tapi kata-kata itu tidak begitu indah bagi orang yang ingin mengartikan kehidupan yang sebenarnya.   
    Ia, ada pula kata yang menjadi motivasi seseorang “ live is an adventurer”. Kata yang menjadi motivasi dan spirit para petualang di bumi ini. Berpetualang  dibumi memang luar biasa, extraordinary his adventurous spirit. Karna dengan semangatnya itu seseorang dapat menggelapkan matanya,menghalalkan segala cara demi tercapainya kehidupan yang diinginkan.
Ia, sungguh sangat menyedihkan realita sekarang, banyak orang yang mancoba merubah hidupnya dengan kegelapan bukan sebaliknya. Sulit memang kalau membahas persoalan ini, toh meskipun sulit harus tetap dibahas juga. Mencoba menghebatkan diri dengen cara yang kotor. Banyak memang kejadian ini kalau diuraikan satu persatu, kita mencoba menjawab dengan melihat realita atau kejadian yang sering ada disekitar kita. Orang mencoba melakukan korupsi, mencuri, bahkan menjual diri demi hasil yang luar biasa untuk dapat merubah kehidupannya.
      Yang pertama kita bahas tentang profesi yang menjadi Tukang korupsi,,,,,,,, nama yang pantas untuk seorang koruptor. Ia mencoba melakukan berbagai penyelewengan dalam pelaksaan tugasnya. Ia rela merampas uang negara yang itu jelas- jalas hak anak yatim dan fakir miskin yang sedang menjerit kelaparan disana. Dia rela melakukan cara apa saja demi tercapai segala sesuatu yang diinginkan dalam hidupnya, meskipun cara yang dipakainya itu busuk, berulat, dan akhirnya berbau. Tapi sayang seribu sayang,,,, hukum dinegeri kita yang tercinta ini belum bisa memberi jera kepada para koruptor.
     Sob, sekarang kita bahas masaalah mencuri, kalau kita bahas masaalah korupsi tidak akan pernah habis kata-kata yang akan terurai, karna korupsi dinegara kita bagaikan sampah plastik yang membuat bumi ini semakin panas,,,, begitulah susah nya memberantas korupsi di bumi pertiwi ini.                                               Mencuri tidak jauh berbeda artinya dengan korupsi. Mencuri yaitu merampas hak orang lain, salah satu perbuatan yang melanggar hukum. Ia melanggarrrrrrrrr hukum. Sangat sakit dan menggemaskan kalau saya dengar kata-kata korupsi dan mencuri,,,,,,, rasa nya ingin sekali menjauhkan kata-kata itu dari hidup ini. Tapi apa boleh buat ini semua memang harus ditonton di atas panggung sandiwara bumi ini, semoga pelaku nya bukan saya, kamu, atau keluarga kita ,,,, Nauzubillah......
      Mencuri ??? karna tidak sanggup menanggung beban hidup ,, ekonomi yang semakin menjepit, tak sanggup hidup miskin terus, cemburu melihat orang kaya yang punya segalanya “orang naik mobil kita naik darah’’ amit-amit dech, bahkan benci melihat barang-barang mewah yang dikenakan orang. Memang inilah semua kejadian yang sering kita temukan faktanya dan juga sering kita nonton dan kita baca di berbagai media berita. Kenapa hal ini harus terjadi ?? haruskah kita terus bertanya ? kepada siapa semua ini kita pertanyakan? Memang sulit kita menjawab dan mempersalahkan orang untuk menjawab semua ini.
      Memang  kita tau menanggung kemiskinan atau harus melakukan peran menjadi orang miskin memang berat, apalagi di dunia yang sesungguhnya. Tapi kemiskinan tidak harus menggelapkan mata manusia. Gara-gara miskin kita rela menjadi penjahat kelas atas, menjadi spesialis curanmor, spesialis rumah kosong, dan spesialis-spesialis lainnya. Rela melakukan segala kejahatan demi menjauhkan diri dari kemiskinan. Bahkan rela membunuh karena kepergok atau tertangkap tangan saat mencuri. Benar-benar hal bodoh dan sangat memalukan.
      Nah, hal yang lebih menyesatkan lagi selain korupsi dan mencuri yaitu menjual diri. Menjual diri atau menjadi PSK (pekerja seks komersial) ?? karna ingin bisa kaya secara instan, bisa keluar dari kehidupan yang melarat, bisa mendapatkan sesuatu hal secara mudah tanpa harus bersusah payah dulu seperti orang lain...... nauzubillah,,,,,,,jangan sampai terjadi pada kita, keluarga kita, bahkan tidak sampai pada anak cucu kita nanti. Amin ya Rabb,,,,,,
      Inilah beberapa contoh fenomena yang terjadi pada anak negri, inilah kenyataan pahit yang harus menjadi tanggung jawab sebagian penduduk bumi pertiwi. Karena beban hidup yang luar biasa, harus jalan pintas sebagian orang lakukan demi mencoba mempertahankan ujung nadi kehidupnya, ditengah arus globalisasi yang terus mengikis kehidupannya. Pahit memang dan sungguh-sungguh membuat hati ini miris dan ingin menangis,,,,, kenapa hal ini bisa terjadi dinegara sekaya Indonesia ? kemana kekayaan negara dipergunakan ????
Jawaban ada di atas sana,,,, tidak rumit memang kalau kita menjawabnya,, jawaban ini selalu dibahas diberbagai media, selalu dibahas diberbagai rapat. Jawabannya bahwa kekayaan alam dipergunakan untuk kekayaan pribadi, jalan-jalan keluar negeri, keliling dunia bareng keluarga disana, mengoleksi mobil mewah,, membangun rumah bak istana raja. Haruskah demikian yang dilakukan pemegang amanah kekayaan negri ini,, harus seorang pemegang kekuasaan negri ini melakukan hal senekat itu ? memang itu kenyataan nya kita tidak harus menjawabnya lagi. Ini benar-benar melanggar hukum.
Dan kenapa hal ini bisa kejadian di negara ini yang berpegang pada hukum,,,, sungguh hukum di Indonesia belum terlaksanakan,,, untuk apa juga capek-capek menyusun undang-undang, kalau toh kenyataannya seperti ini.
      Apapun yang terjadi, inilah fakta dan realita di negara tercinta ini.  Ya ! inilah tiga contoh realita dan fakta yang ada disekitar kita,,,contoh kejadian yang harus segera di musnahkan.
      Sob, kadang kita bingung dan tidak tau harus kemana,bagaimana, dan sama siapa lagi kita harus mengadu dan menggantungkan hidup ini. Sesungguhnya jawaban ini sangat dekat dengan kita, jawaban nya selalu ada didepan dan disamping kita semua. Gantungkan semua kehidupan dan harapan kita kepada Tuhan kita Allah swt, dengan syarat kamu harus terus berusaha dengan cara yang halal dan disertai dengan doa.
      Ia, dalam kehidupan di dunia ini kita memang harus mendekatkan diri dengan Tuhan agar cara mengartikan dan menjalankan kehidupan ini tidak sesat walau sesulit apapun kehidupan itu. Karna semua ini sudah Allah janjikan dalam Al-quran surat Ad-dukha ayat 6-7 yang artinya : “sebagai rahmat dari Tuhanmu sesungguhnya Dialah yang maha pendengar lagi maha mengetahui. Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, jika kamu adalah orang yang menyakini”.
      Sob, Allah tidak akan memberikan kesulitan kepada setiap hamba Nya, selagi hambanya selalu berdoa dan mencoba berusaha selalu dengan cara yang halal.
Disini baru kita tau caranya dan saya yakin kita tidak akan bingung-bingung lagi dalam menggartikan kehidupan dalam mengarungkan hidup ini. Serahkan semua ini kepada Allah teruslah berusaha dengan cara yang halal dan jangan lupa berdoa dan terus meminta pada Allah dan tunggu hasilnya pasti luar biasa. Dekatkan dirimu pada Allah dan tunjukkan bahwa kamu siap selalu dalam mengarungkan kehidupanmu dan yakin kan diri mu bahwa Allah selalu bersamamu dan selalu ada dekat denganmu. Tunjukan dirimu bahwa kamu bisa hidup tanpa korupsi, mencuri, dan menjual diri. Pasti kan bahwa kamu bisa hidup dengan cara yang halal dan bisa sukses dengan jalan yang diridhai Tuhan. Tunjukkan pada dunia bahwa hidup adalah sebuah pilihan “ live is a choise ’’ jadikan pilihan mu itu tepat untuk dirimu, masa depanmu dan untuk akhirat mu kelak....... Semoga Allah selalu meridhai jalan hidup yang baik untuk mu.
Penulis/pengarang                 : NELLY
Alamat                                 : Gp. Melayu, Kec. Indrajaya,  Kab.Pidie jalan Garot-Jabal
                                              Ghafur No.2 lorong langsat, menasah baroh.
Hp                                       :  085297988630 /  08781960314 
Pekerjaan                             : Mahasiswa,Universitas Jabal Ghafur Sigli
Fakultas                               : Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 
Jurusan                                : Bahasa Inggris (S1).
READ MORE -

Rabu, 09 Mei 2012

Rabu, 09 Mei 2012- Bertempat di gedung DPRD Kabupaten Pidie, seluruh unsur Mahasiswa beserta Yayasan Universitas Jabal Ghafur membahas menganai permasalahan nasib Mahasiswa/i AMIK. Dalam rapat tersebut turut hadir unsur dari yayasan antara lain :
1. Bpk Hanif Ali Basyah (Ketua Yayasan Pembangunan Jabal Ghafur)
2. Bpk Aja Muhammad Irham, SE (PUDIR 1 AMIK)
3. T. M Nurdin
4. Muzakkir, Spd
sementara dari unsur pansus turut hadir adalah :
1. Tgk Anwar Husen (Ketua Komisi A)
2. Tgk Sabirin (Ketua Komisi E)
3. Muhammad, Sthi
mahaiswa/i AMIK menghadiri rapat tersebut sebagaimana hasil dari pertemuan rapat yang dilakukan yang sebelumnya.
Pj Bupati Pidie yaitu bapak H. T Anwar juga turut hadir dalam menyelesaikan masalah tersebut.
dari sekian banyak tuntutan yang dicoba dipaparkan oleh mahasiswa berisi :
1. yayasan harus membubarkan pengurus yayasan yang lama
2. dalam menyelesaikan permasalahan AMIK, Yayasan Harus menunjuk Plt sehingga aktivitas belajar mahasiswa tidak terganggu
3. semua pengurus yayasan yang lama harus bertanggung jawab
4. pengurs lama tidak boleh merangkap jabatan
5. kelas jauh (ulee Gle) harus pindah ke induk
6. dosen tidak boleh dari lulusan D-III
7. sistem belaja AMIK harus sama dengan kampus-kampus yang lain
di samping itu, keputusan akhir dari pertemuan tersebut adalah bahwasanya tim pansus memberikan waktu kepada mahasiswa sampaidengan tanggal 11 Mei 2012. sedangkan untuk pihak yayasan diberikan jangka waktu s/d 21 Mei 2012.
dari hasil pengamatan kami selama berlangsungnya rapat tersebut, bahwa secara tidak langsung pihak tim pansus merasa bahwa pihak mahasiswa yang benar dan salah yang dibuat oleh pihak pengelola kampus AMIK.
ada sedikit kerancuan pada mahasiswa angkatan 2007-2008 yang dinilai tidak seharusnya mahasiswa D-III itu selesai kuliah sampai 5 tahun, begitu paparan bapak Muhammad, Sthi
READ MORE -

Senin, 07 Mei 2012

"Penguatan Kapasitas Kader Jurnalis Yang Berkualitas Insan Cita"


Senin, 7 Mei 2012 bertempat di Aula BKSPP (infokom) Kab. Pidie, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Cabang Sigli melakukan Up-Grading Pengurus dengan Tema “Penguatan Kapasistas Kader Jurnalis Yang Berkualitas Insan Cita”.
Acara ini dimulai dari pukul 10:00 s/d 17:20 waktu setempat dengan pemateri terdiri dari :
1.      Kanda Zamah Sari (Wartawan HArian Aceh)
2.      Jailani Al-Fansuri (Mantan Ketua Umum Cabang Sigli)
3.      Musmarwan Abdullah, S.Sos (Wartawan Harian Aceh)
Kanda Zamah Sari dalam memberikan materi menyampaikan bahwa seorang jurnalis itu memiliki kepintaran setingkat diatas gembel dan mempunyai kepintaranb setingkat dibawah menteri.
Karena untuk menjadi seorang menteri itu butuh pendidikan yang tinggi, berbeda dengan posisi seorang Presiden.
Untuk menjadi seorang presiden itu tidak butuh pendidikan yang tinggi, karena itu jabatan politisi, sedangkan menteri itu adalah jabatan akademisi.
Beliau juga menambahkan bahwasanya, rasa senang saya terhadap kegiatan ini adalah dengan semakin banyaknya jurnalis itu lahir, maka semakin sedikit ruang gerak oknum-oknum untuk bebas melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan seperti korupsi dan lain sebagainya. Jurnalis terutama kader HMI yang belajar di LAPMI harus benar-benar menjadi jurnalis muda yang menjadi penyambung lidah umat.
Di samping itu, kanda Musmarwan yang memberikan materi features pada acara yang sama, juga berpesan bahwansanya segala sesuatu itu tidak akan berguna jika tidak berguna jika tidak menulis dan kitya tidak akan bias menulis tanpa memperbanyak membaca.
Pengurus LAPMI yang hadir sebanyak 14 orang dari total 18 orang. Panitia pelaksana juga meminta terima kasih kepada seluruh unsure kepanitiaan yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini.
Up-Grading Pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Cabang Sigli dibuka oleh Wasekum Ketua Bidang Kewirausahaan Dan Pengembangan Profesi yaitu Yunda Marlaini.
Sementara Direktur LAPMI Cabang Sigli Fahmi Ubit merasa bahwasanya LAPMI ini merupakan sebagai kekuatan penunjang HMI dimasa yang kan dating, sebagaimana judul materi yang disampaikan oleh Kanda Jailani Al-Fansuri.
Sumber : LAPMI Cabang Sigli
READ MORE - "Penguatan Kapasitas Kader Jurnalis Yang Berkualitas Insan Cita"

Jumat, 04 Mei 2012

LAPENMI - HMI Cabang Sigli Berjuang Menyelamatkan Pendidikan


Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam – Himpunan Mahasiswa Islam (LAPENMI-HMI) Cabang Sigli kembali melakukan sebuah kegiatan yang sangat luar biasa nilainya bagi sejarah pendidikan.
Acara yang dilakukan adalah Seminar Pendidikan dengan tema “Menggali Etos Pendidikan di Era Globalisasi Untuk di Transpormasikan di Masa Depan”. Dengan peserta dari kalangan Guru-guru se-Kabupaten Pidie.
Acara tersebut dilakukan bertempat di Aula SMA Negeri 1 Sigli dengan pemateri terdiri dari Bapak- Bapak Pendidikan seperti : Dr. Munawar A. Djalil, MA serta Bapak Prof. Dr. B.I. Ansari, Mpd (Rektor Universitas Jabal Ghafur-Sigli).
Acara seminar ini di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie yaitu Bapak Bukhari, yang mana beliau mengatakan, bahwa acara yang dilakukan ini merupakan sebah langkah yang sangat tepat, mengingat Pendidikan sangat perlu di utamakan dalam memajukan sebuah daerah terutama di Pidie.
Beliau juga menyayangkan akan tenaga pendidik yang agak sedikit cengeng. Beliau mengatakan demikian karena masih banyak Guru yang dibutuhkan untuk ditempatkan ditempat pedalaman seperti Gempang dan Tangse. Karena disana juga terdapat anak bangsa yang wajib untuk di didik.
Di samping itu, Direktur Utama LAPENMI-HMI Cabang Sigli, berharap sangat akan dukungan dari pihak pemerintah. Iskandar AB juga menambahkan bahwasanya berbagai hal tentang pendidikan akan terus dilakukan baik itu di kalangan siswa maupun mahasiswa demi mewujudkan kualitas pendidikan yang puny nilai jual.
sumber : LAPMI Cabang Sigli
READ MORE - LAPENMI - HMI Cabang Sigli Berjuang Menyelamatkan Pendidikan

Jumat, 27 April 2012

Antara; HMI dan Perkaderan


Antara: HMI dan Perkaderan

oleh

Fahmi Ubit

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ya. Begitulah nama organisasi yang berdiri pada tanggal 05 Februari 1947 yang diprakasai oleh mahasiswa yang bernama Lafran Pane yang berfungsi sebagai organisasi perkaderan.
Mengutip apa yang di katakan oleh beliau yaitu “bubarkan saja HMI” membuat semua orang diam. Kata-kata ini mempunyai nilai yang sangat dalam jika kita mengkajinya. Menurut beliau, apa yang dilakukan oleh HMI juga dapat dilakukan oleh organisasi lain, misalnya membantu masyarakat. Namun, yang membedakan HMI dengan organisasi lain adalah “perkaderan”.
Disinilah nilai tinggi yang sudah tertanam dalam sanubari organisasi yang tiada hentinya melahirkan kader uamt dan bangsa yang membuat nama HMI ini melambung tinggi.
Jika kita ibaratkan dengan usia seorang anak manusia, maka HMI merupakan manusia ajaib yang sudah berusia 65. Sudah terlalu banyak anak bangsa dicetak oleh HMI sehingga mereka saat ini sudah berada pada jabatan yang luar biasa, baik dalam bidang pemerintahan, politik. Namun, apa yang mereka berikan kepada HMI.
Perkaderan merupakan sebuah tugas yang harus dipertahakan dan diterapkan dalam HMI sampai kapan pun. Didalam hal perkaderan juga tidak boleh pilih kasih. Secara teoritis, bahwa perkaderan adalah usaha organisasi yang dilaksanakan secara sadar dan sistematis selaras dengan pedoman perkaderan, sehingga memungkinkan seorang kader mengaktualisasikan potensi dirinya menjadi seorang kader muslim intelektual professional, yang memiliki kualitas insan cita.
Dalam aktivitas keseharian, HMI sebagai organisasi kader harus mempunyai platfrom yang jelas dalam menyusun agenda. Daya sorot HMI terhadap persoalan, tergambar pada penyikapan kader yang memiliki keberpihakan terhadap kaum tertindas (mustadh’afin) serta memperjuangkan kepentingan kelompok ini dan membekalinya dengan senjata ideologis yang kuat untuk melawan kaum penindas (mustakbirin).
Namun, yang terjadi saat ini pada HMI terutama dalam hal perkaderan justru sebaliknya, kader yang sudah menjadi anggota HMI malah kabur dan hampir sama juga dengan mahasiswa yang ukan kader HMI. Bahkan yang lebih parah lagi ketika sudah mengikuti Basic Training (LK-I) mereka kecewa akan HMI. Dan itu yang menjadi pertanyaan besar kita sebagai kader HMI, terutama di Bidang Perkaderan. Mahasiswa yang ingin masuk HMI, ketika kita bertanya, apa tujuan anda masuk HMI? Jawabannya adalah ingin mencari pengalaman, ilmu organisasi sampai dengan jawaban ingin seperti kader HMI yang “saya kenal/kagumi”. Jawaban yang diberikan “yang saya kenal/kagumi” itu seperti apa?
Oleh karena itu, maka dipandang perlu untuk berpegang kepada landasan perkaderan yang sudah ada dalam organisasi ini, yang merupakan strategi besar perjuangan HMI dalam menjawab tantangan organisasi yang sesuai dengan setting social dan budaya yang berlaku dalam konteks zaman masing-masing cabang yang ada di bumi Iskandar Muda ini.
Yakin Usaha Sampai Untuk Kemajuan !!!
Bahagia HMI !!!
READ MORE - Antara; HMI dan Perkaderan

Senin, 16 April 2012

SEJARAH JURNALISME INDONESIA

Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timur, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit.

Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.

Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi jurnalisme. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.

Masa kekuasaan presiden Soeharto, banyak terjadi pembreidelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Indepen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara.

Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.

Kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Penyiaran dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan Dewan Pers.
READ MORE -

Selasa, 03 April 2012

“Pengaruh Globalisasi”
Oleh
Musdaruddin
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari pikiran yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi patokan bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia.
Sebagai suatu proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dilihat dari dimensi ruang akan semakin dipersempit dan dari dimensi waktu semakin dipersingkat dalam berinteraksi dan berkomunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh besar bagi kehidupan suatu negara termasuk negara kita Indonesia. Pengaruh tersebut dibagi menjadi dua yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.
Pengaruh positif globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.
Dilihat dari aspek globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis, karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara. Jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa jati diri terhadap negara menjadi meningkat dan kepercayaan masyarakat akan mendukung yang dilakukan oleh pemerintahan.
Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja yang banyak dan meningkatkan devisa suatu negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang dapat menunjang kehidupan nasional dan akan mengurangi kehidupan miskin.
Dari aspek globalisasi sosial budaya, kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin serta Iptek dari negara lain yang sudah maju untuk meningkatkan kedisplinan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa serta akan mempertebal jati diri kita terhadap bangsa. Serta kita juga dapat bertukar ilmu pengetahuan tentang budaya suatu bangsa.
Pengaruh negatif globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.
Aspek politik, Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya jati diri bangsa akan luntur dan tidak mungkin lagi bangsa kita akan terpecah belah.
Aspek Globalisasi ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (mainan, minuman, makanan, pakaian, dll) membanjiri Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya jati diri bangsa kita. Maka hal ini akan menghilangkan beberapa perusahaan kecil yang memang khusus memproduksi produk dalam negeri.
Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia dimana dilihat dari sopan santun mereka yang mulai berani kepada orang tua, hidup metal, hidup bebas, dll. Justru anak muda sekarang sangat mengagungkan gaya barat yang sudah masuk ke bangsa kita dan semakin banyak yang cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Serta menambah angka pengangguran dan tingkat kemiskinan suatu bangsa.
Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa. Padahal jati diri bangsa kita dahulu mengutamakan Gotong Royong, tapi kita sering lihat sekarang contohnya saja di perumahan / komplek elit, mereka belum tentu mengenal sesamanya. Dari hal tersebut saja sudah tercermin tidak adanya kepedulian, karena jika tidak kenal maka tidak sayang.
Dampak di atas akan perlahan-lahan mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, Akan tetapi secara keseluruhan aspek dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau luntur. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat Indonesia secara global. Apa yang ada di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Bila dilaksanakan belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dilaksanakan akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Pengaruh Globalisasi Terhadap jati diri di Kalangan Generasi Muda.
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Padahal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda, internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu akan memperoleh manfaat yang berguna. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno, bahkan sampai terkena penipuan. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu hand phone, apalagi sekarang ini mulai muncul hand phone yang berteknologi tinggi. Mereka justru berlomba-lomba untuk memilikinya, tapi kita lihat alat musik kebudayaan kita belum tentu mereka mengetahuinya. Hal ini jika kita lihat dari segi sosial, maka kepedulian terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih kesibukan dengan menggunakan handphone tersebut.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak tahu sopan santun dan cenderung tidak peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya generasi muda bangsa? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkhis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai jati diri akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki jati diri?
Marilah kita Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia, terima globalisasi dengan rasa kritis dan banyak melakukan hal positif dalam menggunakan globalisasi yang ada sekarang ini. Sebagai masyarakat Indonesia mulai dari sekarang kita utamakan produk dalam negeri dan kenali kebudayaan kita.

Oleh
Musdaruddin
(direktur pengembangan dan pelatihan LAPMI Cabang Sigli
READ MORE -
Template by : kendhin x-template.blogspot.com