Keluarga,
sahabat, harapan dan cita-cita, itulah yang melekat pada pikiran seorang anak
manusia yang mempunyai keinginan untuk perubahan yang begitu besar. Usia yang
sudah memasuki masa puncak tak menghalangi niat sucinya untuk terus berjuang
hidup sehingga kebahagian dan pertolongan bisa dia wujudkan.
Hidup
ditinggalkan seorang pahlawan yang sangat berjasa yaitu seorang Ayah akibat
korban konflik membuatnya tidak ada kata untuk menyerah, namun justru
sebaliknya dia memperlihatkan motivasi yan luar biasa kepada siapa saja yang
dia kenal.
Kemurahan
dan keikhlasan hati membuat kami seakan bersalah ketika melihat tubuhnya
terbaring lemas diranjang kesakitan, bakan tak kuasa menahan air mata terharu
ketika kondisi kesehatan demikian, dia masih memikirkan serta membantu adik –
adik nya yang sedang di tempa untuk menjadi pelopor umat dan bangsa oleh
Himpunan yang mana telah ribuan mahasiswa/i di didik sebagaimana dia di godok.
Terkadang
dengan canda yang membuat hati orang sakit akibat orang tersebut tidak mengenal
dirimu. Namun dibalik itu dia sungguh bijak dan peduli akan nasib orang lain,
walau itu cuma terasa oleh diriku.
Akan
selalu kami kenang terutama diriku akan perjuangan, keikhlasan, kemurahan,
kebaikan serta ketaatanmu terhadap yang maha Pemurah. Memang tidak secepatnya
diriku membesukmu dimana kamu berbaring dan itu juga bukan disengaja, akan
tetapi kondisi dan situasi bahkan keadaanlah yang membuat diriku bersikap
demikian dan bukan berarti diriku lupa akan dirimu. Sekali lagi, semangat dan
motivasi mu akan selalu diriku ingat, bahakan kami akan selalu ada untukmu
kawan.
0 komentar:
Posting Komentar