Sabtu, 17 Maret 2012

journal hijau hitam sigli
Keresahan Mahasiswa Era Reformasi
Oleh
Eva Widarti
Mahasiswa. Sembilan huruf yang melegenda dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah mencatat perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari pern mahasiswa yang menjadi pelopor dan penyempurna dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Suatu komunitas unik yang sangat khas,karena mereka telah menjajaki kaki nyadalam sejarah perubahan bangsa ini, menjadi garda terdepan dan man motor penggerak perubahan, dengan bekal jiwa militant dan pengorbanan yang tak kenal lelah mempertahankan idealismenya dalam mewujudkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Mahasiswa. Dengan potensi yang begitu besar, mereka tidak hanya berperan untuk memenuhi kebutuhan pribadi semata, justru mereka selalu berkontribusi untuk bangsa dan Negara. Mereka mengembankan diri mereka dengan sebuah tanggung jawab yang begitu besar yatu, tanggung jawab moral juga tanggung jawab sosial.
Sejarah juga membuktikan bahwa perubhan besar itu terjadi di tangan generasi muda, mulai dari zaman nabi kolonialisme bahkan sampai ke-era reformasi. Namun, bagaimana dengan dewasa? Mungkin apa yang kit rasakan telah sangat jauh berbeda. Pergerakan mahasiswa pada saat ini tampaknya memiliki perbedaan yang signifikan dengan mahasiswa tahun 1998, yang mempunyai keseragaman visi, yaitu perubahan.
Suara yang mereka gaungkan tidak lagi memiliki kesatu paduan, seperti era 1998, yang ada hanya mahasiswa 4K :
1.      Kampus
2.      Kafe
3.      Kos, dan
4.      Kampong
Saat ini mahsiswa hampir secara keseluruhan anti pergerakan, nti organisasi, bahkan anti perubahan. Sehingga wajar kita katakan, mahasiswa di era modern ini merupakan mahasiswa yang di ibaratkan telah mati suri dan tak tau dimana akan dikuburkan.
Kini, peran mahasiswa sebagai agen perubahan sedikit banyaknya telah ditinggalkan. Banyak kegiatan mahasiswa pada saat ini beroreintasi pada kehiupan hedonism. Amanat dan tanggung jawb yang telah di pegang oleh mahasiswa sebgai kaum terpelajar yang memiliki kemampuan intelektual ditinggalkan begitu saja.
Jika ini terus terjadi, bukan tidak mungkin hal ini akan menyebabkan generasi pengganti atau penerus bangsa akan hilang. Ini semua dikarenakan kegiatan mahasiswa tidak lagi beroreintasi pada rakyat.
Menunggu kembali bangkitnya pergerakan mahasiswa. Bangkit kampusku tercinta, karena perubahan itu masih ada. Dan bangkitnya kampus harus kembali  dimotori oleh yang namanya mahasiswa.
Yakin usaha sampai untuk kemajuan……
Bahagia HMI Ku saying!!!

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com