Keresahan Mahasiswa Era Reformasi
Oleh
Eva Widarti
Mahasiswa.
Sembilan huruf yang melegenda dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah
mencatat perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari pern mahasiswa yang
menjadi pelopor dan penyempurna dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Suatu komunitas unik yang sangat khas,karena mereka telah menjajaki kaki
nyadalam sejarah perubahan bangsa ini, menjadi garda terdepan dan man motor
penggerak perubahan, dengan bekal jiwa militant dan pengorbanan yang tak kenal
lelah mempertahankan idealismenya dalam mewujudkan harkat dan martabat bangsa
Indonesia.
Mahasiswa.
Dengan potensi yang begitu besar, mereka tidak hanya berperan untuk memenuhi
kebutuhan pribadi semata, justru mereka selalu berkontribusi untuk bangsa dan
Negara. Mereka mengembankan diri mereka dengan sebuah tanggung jawab yang
begitu besar yatu, tanggung jawab moral juga tanggung jawab sosial.
Sejarah
juga membuktikan bahwa perubhan besar itu terjadi di tangan generasi muda,
mulai dari zaman nabi kolonialisme bahkan sampai ke-era reformasi. Namun,
bagaimana dengan dewasa? Mungkin apa yang kit rasakan telah sangat jauh
berbeda. Pergerakan mahasiswa pada saat ini tampaknya memiliki perbedaan yang
signifikan dengan mahasiswa tahun 1998, yang mempunyai keseragaman visi, yaitu
perubahan.
Suara
yang mereka gaungkan tidak lagi memiliki kesatu paduan, seperti era 1998, yang
ada hanya mahasiswa 4K :
1. Kampus
2. Kafe
3. Kos,
dan
4. Kampong
Saat
ini mahsiswa hampir secara keseluruhan anti pergerakan, nti organisasi, bahkan
anti perubahan. Sehingga wajar kita katakan, mahasiswa di era modern ini
merupakan mahasiswa yang di ibaratkan telah mati suri dan tak tau dimana akan
dikuburkan.
Kini,
peran mahasiswa sebagai agen perubahan sedikit banyaknya telah ditinggalkan.
Banyak kegiatan mahasiswa pada saat ini beroreintasi pada kehiupan hedonism.
Amanat dan tanggung jawb yang telah di pegang oleh mahasiswa sebgai kaum
terpelajar yang memiliki kemampuan intelektual ditinggalkan begitu saja.
Jika
ini terus terjadi, bukan tidak mungkin hal ini akan menyebabkan generasi
pengganti atau penerus bangsa akan hilang. Ini semua dikarenakan kegiatan
mahasiswa tidak lagi beroreintasi pada rakyat.
Menunggu
kembali bangkitnya pergerakan mahasiswa. Bangkit kampusku tercinta, karena
perubahan itu masih ada. Dan bangkitnya kampus harus kembali dimotori oleh yang namanya mahasiswa.
Yakin
usaha sampai untuk kemajuan……
Bahagia
HMI Ku saying!!!
0 komentar:
Posting Komentar